- Diposting oleh : Admin
- pada tanggal : Agustus 14, 2020
Mashdar adalah isim manshūb yang datang sebagai bentuk ketigadalam tashrīf suatu fi‘il. Dengan kata lain, mashdar adalah nama dari perbuatan itu sendiri.
اَلْمَصْدَرُ هُوَ اَلِاسْمُ اَلْمَنْصُوبُ، اَلَّذِي يَجِيءُ ثَالِثًا فِي تَصْرِيفِ اَلْفِعْلِ،
نَحْوَ ضَرَبَ يَضْرِبُ ضَرْبًا
Mashdar adalah isim yang dinashabkan, yang datang sebagai bentuk ketigadalam tashrif fi‘il.
Contoh Mashdar dalam Tashrif Fi‘il
ضَرَبَ → يَضْرِبُ → ضَرْبًا
ضَرَبَ → fi‘il māḍī
يَضْرِبُ → fi‘il muḍāri‘
ضَرْبًا → mashdar (isim manshūb)
Mashdar selalu berstatus manshūb ketika digunakan dalam susunan kalimat.
Pembagian Mashdar
Mashdar terbagi menjadi dua bagian:
مَصْدَرٌ لَفْظِيٌّ (Mashdar Lafdzhī)
مَصْدَرٌ مَعْنَوِيٌّ (Mashdar Ma‘nawī)
Mashdar Lafdzhī
Mashdar lafdzhī adalah mashdar yang lafazhnya sesuaidengan lafazh fi‘ilnya.
قَتَلْتُهُ قَتْلًا
قَتَلْتُهُ → aku membunuhnya
قَتْلًا → mashdar yang satu lafazh dengan fi‘ilnya
Karena lafazh mashdarnya sama dengan bentuk fi‘ilnya, maka disebutmashdar lafdzhī.
Mashdar Ma‘nawī
Mashdar ma‘nawī adalah mashdar yang sesuai maknanyadengan fi‘il, namun tidak sama lafazhnya.
جَلَسْتُ قُعُودًا
قُمْتُ وُقُوفًا
جَلَسْتُ (aku duduk) → قُعُودًا (duduk)
قُمْتُ (aku berdiri) → وُقُوفًا (berdiri)
Walaupun lafazhnya berbeda, maknanya tetap menunjukkan perbuatan yang sama,maka disebut mashdar ma‘nawī.
📌 Ringkasan Inti Bab
Mashdar adalah isim manshūb yang menjadi bentuk ketiga tashrif fi‘il.
Mashdar terbagi