- Diposting oleh : Admin
- pada tanggal : April 20, 2021
Oleh: Gus Baha (KH. Bahauddin Nur Salim)
Meski jomblo kerap diledek, akan tetapi jomblo sendiri memiliki keistimewaan
khusus. Mufassir muda KH. Bahauddin Nursalim atau biasa dipanggil Gus Baha
memberi tafsiran mengenai jomblo. Bahwa mereka yang berstatus jomblo sejatinya
sedang berjihad, yaitu jihad mendapatkan pasangan hidup.
Sementara mencari pasangan hidup (menikah) adalah perintah agama. Artinya,
jika seseorang meninggal dalam keadaan jomblo, maka matinya termasuk kategori
syahid. Gus Baha memberikan narasi tentang jomblo yang dimaksud.
“Orang mencintai perempuan nggak kesampaian, mau zina nggak berani, ditahan nggak sanggup, dan yakin ditolak, itu kalau mati, matinya syahid.”
Ada banyak alasan mengapa muncul cerita kasih tak sampai. Ya itu tadi, mulai
dari alasan alamiah, ilmiah, hingga ilahiah. Bisa jadi karena faktor alamiah
seperti ciri-ciri fisik, nasab, maupun asal daerah. Ada juga alasan ilmiah
antara lain tingkat pendidikan, jenis pekerjaan dan status sosial, atau alasan
ilahiah karena memang sudah takdir.
Mau berzina juga takut dosa, malu sama Tuhan jika melakukan maksiat. Sementara
di luar sana, banyak orang yang secara status belum menikah, tetapi sejatinya
sudah tidak perjaka atau perawan karena berzina. Naudzubillah.
Nah, dalam kasus seperti ini, berpuasa dapat menjadi solusi. Walapun toh,
puasa atau ibadahnya para jomblo pahalanya lebih sedikit dari puasanya orang
yang sudah menikah.
Kemudian seseorang yang yakin ditolak juga menjadi alasan mengapa orang
masih menjomblo. Ini adalah tipe-tipe orang minder, pesimistis sekaligus
sangat naif. Tetapi tidak bisa disalahkan juga. Bisa jadi karena memang sudah
dikalkulasi sedemikian rupa secara matematis, sehingga peluang untuk
mendapatkan gadis pujaan semakin menipis. Dari pada tidak sanggup merasakan
pahitnya ditolak, lebih baik “aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo” ~
Semoga mendapat manfaat.
