- Diposting oleh : Mas Azer
- pada tanggal : September 11, 2026
Muhadloroh (مُحَاضَرَة) dalam tradisi pesantren merupakan kegiatan
latihan public speaking di depan santri lain, yang dilakukan secara rutin
dan terjadwal setiap minggunya. Tujuannya bukan sekadar latihan berbicara di
depan umum, tetapi juga melatih keberanian, kemampuan menyampaikan materi,
bahasa, adab, dan kemampuan mengendalikan diri di hadapan banyak orang.
Adapun kegiatan Muhadloroh ini mencakup:
🗣️ MC/Pembawa Acara/Muqossimul Awqot — Santri berlatih
membawakan runtutan acara dengan nada yang khas,
📖 Pembacaan Al-Qur'an — termasuk tilawah. Santri akan berlatih
tampil untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an dengan nada-nada qiro'ah
yang mu'tabaroh.
🎤 Pidato/Sambutan/Ceramah — Bahasa Indonesia, Arab, atau Inggris.
Santri berlatih menyampaikan materi yang sudah dipersiapkan, membawakannya
dengan ketepatan intonasi, gestur bahasa tubuh, ekspresi, dan lain hal yang
bisa dikembangkan.
✍️ Pembacaan Puisi/syair dan Pantun — Penampilan ini sebagai
variasi. Karena santri juga perlu berkreasi, termasuk dalam sastra yang
lekat dalam budaya Indonesia-Melayu.
🕌 Shalawat beserta Hadroh — Santri menampilkan hasil latihan
di bidang seni tarik suara yang dipadukan dengan irama musik hadroh yang
menyenadungkan Qasidah-qasidah dan sholawat atas Rasulullah SAW.
📝 Evaluasi — Perwakilan Asatidz/ah atau Pembina dari santri senior
akan menjadi pengamat selama jalannya kegiatan Muhadloroh. Dan memberikan
penilaian berupa masukan, kritik, ataupun motivasi untuk para petugas yang
tampil.
🔄 Rotasi Petugas — agar semua santri mendapat
kesempatan tampil dan melatih mental untuk melawan rasa gugup.